SAYONARA :
SEBUAH PERPISAHAN KASIH
Sayonara…sayonara
sampai berjumpa pula..buat apa susah..buat apa susah..susah itu tak ada gunanya.
Begitulah syair lagu yang dinyanyikan pada
setiap saat acara perpisahan. Perpisahan
adalah sesuatu yang menyedihkan. Tiada yang ingin merasakannya. Tapi seperti
kata pepatah “setiap pertemuan pasti ada perpisahan”. Itulah takdir yang akan
selalu diemban manusia, tak terkecuali engkau dan diriku. Bahwa perpisahan akan
ada dan senantiasa ada sepanjang sejarah hidup manusia. Eksistensi manusia
sebagai makluk sosial tidak terlepas dari realitas perpisahan. Ada begitu
banyak bentuk perpisahan yang telah dan akan dilewati oleh manusia itu sendiri.
Perpisahan karena cinta, perpisahan karena tugas, perpisahan karena kematian dan
lain sebagainya.
Semua
model perpisahan tersebut seyogyanya
tidak terlewatkan begitu saja tetapi selalu dimaknai oleh manusia itu sendiri.
Makna dari setiap perpisahan berbeda-beda. Perbedaan itu tergantung moment
perpisahan yang dihadapi oleh setiap manusia. Misalnya perpisahan kerena tugas,
makna bagi mereka yang mengalami peristiwa ini adalah meningkatkan kasih
persaudaraan. Bahwa di dalam kasih mereka yang selama ini bergulat dalam sebuah
tugas yang sama akan saling mengingat satu sama lain dalam doa, sharing dan
kontak person. Mengapa bukan kesedihan tetapi kasih? Karena di dalam kasih
segala sesuatu dapat melebur menjadi satu. Suka dan duka yang kita alami akan
menjadi satu dalam kasih persudaraan.
Perpisahan
dengan Pastor Gabriel bukan merupakan moment yang patut kita tangisi bersama
tetapi patut kita syukuri. Karena dengan bersyukur akan mengalir kasih
persaudaraan di antara kita. Kasih mengalahkan segalanya. Kasih membangkitkan
semangat baru dalam hidup terutama dalam mengemban tugas di mana kita
ditempatkan. Di dalam kasih kita akan bertemu dengan semua orang untuk
mengembangkan kasih itu sendiri.
Kasih
persuadaraanlah yang telah menyatukan kita dalam sebuah persekutuan gereja
kristus. Kasih berhembus dalam tugas dan fungsi kita masing-masing untuk
meningkatkan tali persaudaraan. Karena itu perpisahan ini saya refleksikan
sebagai perpisahan kasih karena dengan
berpisah kita akan lebih memaknai kasih itu sendiri dalam kehidupan kita
masing-masing.
Kalau
Tidak Karena Unggas
Tidaklah Rusak Padi Disawah,
Kalaulah Tidak Karena Tugas
Tidaklah Kita Akan Berpisah.
Tidaklah Rusak Padi Disawah,
Kalaulah Tidak Karena Tugas
Tidaklah Kita Akan Berpisah.
Kalau
ada sumur di ladang
Boleh saya menumpang mandi
Kalau ada umur yang panjang
Boleh kita berjumpa lagi
Boleh saya menumpang mandi
Kalau ada umur yang panjang
Boleh kita berjumpa lagi
SAYONARA
PASTOR GABRIEL,OFM.cap,






0 komentar:
Posting Komentar